Trekking Cisadon Sentul

Trekking cisadon sentul

Silahkan menghubungi Hotline  +62 857-8000-2200, untuk Trekking Cisadon Sentul Bogor via kediaman Mantan Danjen Kopasus!


WHATSAPP

H O T L I N E

+62 857-8000-2200

Trekking Cisadon – Trekking Cisadon merupakan kegiatan olahraga yang melibatkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju sebuah kampung terpencil yang terletak di antara pegunungan belantara Cisadon Bogor.

Terdapat beberapa titik awal perjalanan untuk trekking Cisadon, seperti Gunung Pancar, Rawa Gede, Babakan Madang, Paseban, dan lain-lain. Saat ini, titik awal perjalanan yang banyak digunakan untuk trekking Cisadon terletak di sekitar kediaman mantan Danjen Kopasus pada era pemerintahan Orde Baru di bawah Prabowo Subianto.

Selain itu, terdapat juga titik perjalanan lainnya untuk trekking Cisadon yang terletak di punggungan barat Gunung Paseban. Di kawasan wisata minat khusus Paseban ini, terdapat beberapa jalur trekking yang menghubungkan berbagai objek daya tarik trekking dengan destinasi lainnya. Beberapa jalur tersebut antara lain: Paseban Kencana Routes, Paseban 7 Cilember Routes, River trekking Routes, dan Family Trekking Routes.

Dengan menjelajahi Trekking Cisadon, para pengunjung dapat menikmati keindahan alam yang menakjubkan dan merasakan sensasi petualangan yang unik. Selain itu, trekking ini juga memberikan kesempatan untuk menjelajahi kampung terpencil yang jarang terjamah dan melihat kehidupan masyarakat setempat yang masih mempertahankan kearifan lokal mereka. Dengan berbagai pilihan jalur trekking yang tersedia, pengunjung dapat memilih sesuai dengan tingkat kesulitan dan minat mereka.

Trekking Cisadon juga menjadi pilihan yang menarik bagi para pecinta alam dan penggemar kegiatan fisik. Aktivitas ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, tetapi juga memberikan pengalaman yang memuaskan dan kenangan tak terlupakan. Dengan dukungan pemandu yang berpengalaman dan pengetahuan yang mendalam tentang kawasan ini, para peserta trekking akan merasa aman dan nyaman selama perjalanan mereka.

Bagi mereka yang ingin menjelajahi lebih banyak lagi, Paseban juga menawarkan beragam jalur trekking lainnya yang menghubungkan dengan obyek wisata menarik di sekitarnya. Dengan begitu, para pengunjung dapat memperoleh pengalaman yang lebih kaya dan mendalam tentang keindahan alam serta keunikan budaya setempat.

Trekking Cisadon dan kawasan sekitarnya menawarkan pengalaman trekking yang menarik dan beragam. Dengan keindahan alamnya yang memikat dan pilihan jalur trekking yang beragam, tidak mengherankan jika trekking Cisadon menjadi daya tarik bagi para petualang dan pencinta alam. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi Trekking Cisadon dan menikmati petualangan yang tak terlupakan di tengah pesona alam Bogor yang memukau.

Trekking Cisadon Route

Trekking Cisadon Sentul

Trekking Cisadon – Rute trekking Cisadon ini menawarkan pengalaman petualangan yang mengasyikkan. Dengan jarak tempuh sekitar 8 kilometer, perjalanan ini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 3-4 jam, atau terdapat juga opsi jalur sepanjang 16 kilometer yang membawa para pendaki kembali ke titik awal perjalanan.

Selama perjalanan trekking Cisadon, para peserta akan melewati pemandangan alam yang menakjubkan. Dari hutan belantara hingga pegunungan yang megah, setiap langkah memberikan kesempatan untuk menikmati keindahan alam yang melimpah. Selain itu, jalur trekking ini juga menawarkan tantangan yang menguji kekuatan fisik dan keterampilan berjalan di medan yang beragam.

Titik awal perjalanan trekking Cisadon berada di kediaman mantan Danjen Kopasus pada era Orde Baru. Dari sana, para pendaki akan melintasi berbagai rintangan dan medan yang menantang. Perjalanan ini membutuhkan kekuatan dan daya tahan yang baik, namun penghargaan yang diperoleh dari keindahan alam dan sensasi petualangan yang unik membuat setiap usaha terbayar dengan sempurna.

Selama trekking Cisadon, para pendaki juga dapat menikmati keberagaman flora dan fauna yang ada di sekitar mereka. Suara burung berkicau dan hutan yang hijau akan menemani perjalanan mereka, menciptakan suasana yang tenang dan menyegarkan. Tidak jarang juga para pendaki akan bertemu dengan satwa liar seperti kera, burung hantu, atau bahkan rusa.

Bagi para pecinta petualangan dan olahraga alam, trekking Cisadon merupakan pilihan yang sempurna. Selain memberikan pengalaman yang mendalam tentang keindahan alam, trekking ini juga memungkinkan para peserta untuk menguji batas diri mereka dan merasakan sensasi kepuasan setelah berhasil menyelesaikan perjalanan ini.

Dengan lokasinya yang dekat dengan Jakarta, trekking Cisadon juga menjadi pilihan populer bagi penduduk ibu kota yang ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan dan menikmati keindahan alam yang menenangkan. Para peserta trekking dapat membawa keluarga atau teman-teman mereka untuk berbagi pengalaman petualangan yang tak terlupakan ini.

Keragaman jalur trekking di Sentul Bogor, terutama trekking Cisadon, adalah surga bagi para pencinta alam dan petualangan. Dengan pemandangan yang menakjubkan, tantangan yang menantang, dan keberagaman flora dan fauna yang melimpah, trekking ini akan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi setiap pendaki. Jadi, siapkan sepatu hiking Anda dan nikmati petualangan di trekking Cisadon yang menarik ini!

Trekking story of Cisadon Sentul

Trekking Cisadon – Ditemani oleh beberapa orang pemandu yang ahli, kami memulai perjalanan trekking menuju Cisadon, tempat yang sempurna untuk melarikan diri dari hiruk-pikuk perkantoran dan kebisingan perkotaan. Hari ini, kami meninggalkan sepatu hitam yang biasanya kami kenakan sehari-hari dan beralih ke sepatu trekking jenis high cut atau low cut. Di punggung kami, tergantung daypack yang berisi perlengkapan perjalanan. Para perempuan di antara kami juga meninggalkan sepatu Ballerina yang elegan saat berada di dalam ruangan perkantoran.

Aku, yang dikenal sebagai Kiade, merupakan seorang pemandu lokal yang senang menuliskan kisah-kisah petualangan di hutan-hutan yang masih alami. Melalui tulisan-tulisan ini, aku ingin memperkenalkan keindahan Indonesia dari sudut-sudut tersembunyi yang belum banyak diketahui. Perjalanan kali ini akan membawa kami menjelajahi dusun yang sunyi, jauh dari keramaian kota besar, meskipun lokasinya sangat dekat dengan pusat pemerintahan Republik Indonesia.

Titik awal perjalanan kami menuju Cisadon berada di sekitar kediaman Prabowo Subianto, yang terletak di Desa Bojong Koneng. Saat melintasi wilayah ini, kami mendapati aparat berseragam loreng dengan senjata laras panjang yang menjaga kediaman mantan Jenderal tersebut. Prabowo, yang dikenal sebagai “the rising star” karena karir militernya yang gemilang di era Orde Lama, telah menduduki jabatan strategis di TNI sejak usia muda.

Perjalanan trekking kami dimulai dengan semangat dan rasa ingin tahu. Melalui medan yang beragam, kami akan mengeksplorasi keindahan alam di sekitar Cisadon. Dari perbukitan yang menantang hingga hutan yang lebat, setiap langkah kami akan diiringi oleh suara alam yang menenangkan. Kami berharap dapat menikmati keindahan dan ketenangan yang ditawarkan oleh tempat ini, sambil menghargai warisan sejarah yang ada di sekitarnya.

Trekking Cisadon memberikan kesempatan bagi kami untuk menyatu dengan alam dan menikmati keindahannya. Selama perjalanan, kami akan berbagi cerita, tawa, dan pengalaman yang tak terlupakan. Dalam petualangan ini, kami juga berharap dapat menjalin hubungan yang erat dengan masyarakat lokal dan mempelajari kearifan lokal mereka.

Dengan semangat petualangan dan keingintahuan yang membara, kami melangkah maju dalam perjalanan trekking kami. Kami siap menapaki keindahan Cisadon dan membiarkan alam menginspirasi kami. Bersama-sama, kami akan menjelajahi keajaiban alam Bogor dan menciptakan kenangan yang tak terlupakan dalam perjalanan ini.

Perjalanan trekking kami menuju Cisadon dilakukan pada hari kerja, dan kami melihat bahwa sekitar kawasan tempat tinggal sang Jenderal tampak lengang sejauh mata memandang. Namun, kabarnya suasana ini akan berubah saat akhir pekan tiba. Saat hari libur, warung-warung yang biasanya melayani kami tutup, dan mereka baru akan buka kembali saat akhir pekan atau hari libur nasional.

Perjalanan dari kediaman sang “the Rising Star” ke kampung terpencil di tengah belantara tersebut memiliki jarak sekitar 8 kilometer, dan kami memperkirakan perjalanan akan memakan waktu sekitar 3-4 jam dengan berjalan kaki. Kami memulai perjalanan dengan melewati tanjakan aspal yang rusak di beberapa bagian. Tanjakan ini menjadi tanda bahwa rute perjalanan kami telah dimulai pada pukul 8.02 WIB. Namun sebelum kita melangkah di atas aspal yang rusak, kami melakukan peregangan untuk “menghangatkan” otot-otot kami.

Setelah peregangan selesai, kami siap dengan perbekalan yang rapi di dalam ransel masing-masing, sambil memegang erat kamera di tangan. Di antara kami, kami memastikan bahwa camilan dan air minum tidak ada yang tertinggal, karena kami tidak berharap ada warung yang buka di sepanjang perjalanan menuju Cisadon.

Perjalanan pun dimulai, aspal yang rusak berganti dengan medan berbatu-batu yang tercampur dengan tanah yang basah akibat hujan semalam. Trek pun mulai menanjak dengan pemandangan dinding alam di sebelah kanan dan kiri yang membentuk jurang. Walaupun pandangan terbatas karena kabut, kami masih dapat melihat pemandangan gunung dan bukit yang hijau. Meskipun kabut membatasi jarak pandang, awan mendung tetap teguh mempertahankan airnya agar tidak turun ke bumi. Kadang-kadang kami harus melewati jalan dengan ceruk yang dalam, seperti bekas jejak ban mobil offroad yang sering melintas di sepanjang jalan menuju Cisadon. Ketika terjadi hujan deras, ceruk-ceruk di jalan tersebut akan berubah menjadi kolam lumpur yang dalam.

Setelah berjalan trekking selama 2 kilometer, kami memutuskan untuk beristirahat di sisi sebuah bukit yang dikenal sebagai Kumpel, di persimpangan jalur Prabowo arah Megamendung. Di menit-menit terakhir istirahat kami, kami melihat motor-motor matic warga melintas di dekat kami. Menariknya, motor-motor tersebut bukanlah motor trail atau motor khusus yang dirancang untuk melintasi jalanan berlumpur. Namun, kami terkesima karena mereka mampu melewati kubangan-kubangan jalan tanah yang dipenuhi air seolah-olah mereka sedang berkendara di jalan aspal yang rata.

Dalam sekejap, Kabut tipis Halimun mulai tersibak dan memecah tabir-tabir yang ada dibalik halimun, sekejap pula kami melihat pemandangan gunung dan bukit lebih tampak jelas dari sebelumnya, lebih tegas dari mata sang IT M Tirta ketika melepas gelas matanya yang minus 3 plus. Tajuk-tajuk tegakan, pepohonan semak dan vegetasi lainnya yang berada disepanjang jalur perjalanan pun jadi semakin jelas kelihatan. Dibalik semua vegetasi yang ada,  pohon-pohon kopi robusta yang baru berbuah hijau tumbuh subur dan mendominasi vegetasi yang ada.  Sesekali kami menemukan bunga-bunga liar berwarna ungu yang tumbuh di antara semak dan tumbuhan pakis yang menjadi tumbuhan penciri hutan pegunungan.

Selama perjalanan, kami melewati jalur trekking yang beberapa kali dilintasi oleh aliran air yang “menyeberang” jalan. Aliran air ini memiliki berbagai ukuran, ada yang besar dan ada yang kecil. Kadang-kadang kami melewati aliran seperti anak sungai pegunungan yang mengalir di atas jalanan, atau jalanan yang melintasi aliran sungai itu sendiri. Di beberapa titik, kami menemukan kubangan aliran air yang dilengkapi dengan bilah-bilah bambu. Air di dalamnya dapat diminum langsung atau digunakan untuk mencuci muka. Meskipun tanpa es batu, air di dalam bilah-bilah bambu terasa sangat dingin dan segar. Kami memasukkan air tersebut ke dalam botol sebagai tambahan pasokan air selama perjalanan.

Setelah merasa puas dengan segarnya air pegunungan, kami melanjutkan perjalanan. Kali ini, kami melewati perkebunan kopi yang membentang di sepanjang jalan. Di sisi kanan dan kiri, terlihat perkebunan kopi yang membentuk dinding alam. Tidak lama kemudian, kami melihat sebuah pohon dengan papan bertuliskan “Cisadon”. Dalam waktu kurang dari 25 menit, rumah-rumah beratap seng mulai terlihat dengan papan sederhana bertuliskan “Selamat datang di Cisadon”. Tepat pada pukul 11.56, kami tiba di pintu gerbang Cisadon. (11:56 – 08.02). Kami kemudian diarahkan ke rumah Ujang Usma, yang katanya menjabat sebagai ketua RT 4 di Cisadon.

Setelah perjalanan panjang selama 4 jam, kami disuguhkan secangkir kopi panas oleh istri Kang Ujang Usma. Kopi itu mampu menghangatkan tubuh kami dan meredakan kelelahan yang kami rasakan. Sejenak kemudian, kabut halimun turun perlahan dan menyelimuti segala yang hijau di sekitar kami. Kesempatan ini memberi kami ketenangan untuk menikmati secangkir kopi tanpa gangguan. Tidak ada dering telepon pintar yang tidak bermakna atau suara bising knalpot yang menjadi sumber polusi di kota-kota besar. Di Cisadon, ketenangan memberikan kecerdasan kepada manusia sebagai makhluk yang paling sempurna yang diciptakan oleh Allah yang Maha Pencipta. Di sini, kita dan kami berdampingan dengan keheningan dan hutan sebagai penyembuh.

Menuju sore hari, kami memulai perjalanan kembali sejauh 8 kilometer untuk kembali ke titik awal perjalanan. Kami melewati jalanan setapak yang dikelilingi semak belukar. Perjalanan pulang ke daerah sekitar kediaman mantan Danjen Kopasus akan menggabungkan tiga jalur trekking di Sentul Bogor, yaitu jalur menuju Curug Kencana, jalur Prabowo, dan jalur menuju Megamendung. Setelah melewati semak belukar, perjalanan kami didominasi oleh melewati pematang sawah dan jalur setapak yang membelah hutan agroforestri masyarakat.

Kami akhirnya tiba di area rumpun bambu. Menurut cerita penduduk setempat, tidak jauh dari area rumpun bambu terdapat petilasan Prabu Siliwangi yang berupa batu yang diletakkan seperti nisan. Masyarakat setempat mempercayai bahwa sang prabu pernah mengunjungi lokasi ini. Tidak jauh dari petilasan tersebut, terdapat tiga sumur dengan air yang segar dan telah diuji kualitasnya di laboratorium. Ketiga sumur yang berdekatan ini diyakini membawa berkah, seperti yang diceritakan oleh seorang penduduk yang kami temui. Berkah tersebut dapat dirasakan saat meminum air sumur ketika merasa haus.

Turun gunung melalui trek yang curam dan basah ternyata lebih menantang daripada pendakian yang kami lakukan pada pagi hari. Hujan yang turun sepanjang hari membuat perjalanan pulang semakin berat. Udara pegunungan yang dingin bercampur dengan dinginnya air hujan menambah beban pada tubuh yang sudah mulai lelah, namun kami tetap bertekad untuk kembali pulang.

Meski rasa lelah menggelayut di tubuh, kami berusaha untuk tetap fokus dan tidak goyah. Jalur trekking semakin licin akibat hujan, dan pijakan kaki terasa tidak stabil. Sepertinya kepulangan kami dari Cisadon disertai dengan orkestra alam yang mempesona, dengan suara tonggeret yang memekik, nyanyian surili, dan hembusan angin yang memecah daun-daun serta ranting sebagai pengiring perjalanan pulang. Pada pukul 17.32, kami tiba kembali di titik awal perjalanan setelah menyelesaikan trekking sepanjang 16 kilometer.

Dalam hati, aku bersyukur atas semua keindahan alam yang kami temui selama perjalanan trekking di Cisadon. Di tempat ini, di sebuah tempat bernama Kendeng, aku, yang memiliki nama kecil Kiade, berharap suatu hari nanti kita dapat menjelajahi sudut-sudut Indonesia bersama untuk merasakan pesonanya.

Alhamdulillah, aku merasa berterima kasih atas semua interaksi dengan alam saat menyelesaikan kisah trekking di Cisadon. Di sinilah, di tempat yang bernama Kendeng, aku, dengan nama kecil Kiade, berharap kita bisa bersama-sama menjelajahi sudut-sudut Indonesia untuk merasakan keindahannya.

Terima kasih telah menemani perjalanan ini. Sampai jumpa di petualangan selanjutnya!

Daya tarik trekking Cisadon

Trekking Cisadon Sentul

Trekking Cisadon – Perjalanan menuju Cisadon dari Babakan Madang Sentul Bogor memiliki daya tarik yang menakjubkan. Rute ini menjadi pilihan populer bagi para penggemar offroading dan pengendara motor cross, sehingga para pendaki harus melewati trek yang menantang, terutama saat melintasi kubangan-kubangan yang dalam dan licin saat musim hujan. Selama perjalanan, para pendaki akan disuguhi pemandangan perbukitan yang indah, hutan yang rimbun, perkebunan kopi yang hijau, dan kampung-kampung tradisional.

Perjalanan ini tidak hanya memberikan tantangan fisik, tetapi juga memanjakan mata dengan keindahan alam sekitarnya. Para pendaki akan melewati jalur yang berliku di tengah perbukitan, dengan pepohonan yang lebat dan udara segar yang menyegarkan. Suara alam yang merdu akan menyertai mereka sepanjang perjalanan, menciptakan suasana yang tenang dan damai.

Selama perjalanan ini, para pendaki akan melewati perkebunan kopi yang subur, memberikan pengalaman unik tentang proses pertanian dan panen kopi. Mereka juga akan melihat kampung-kampung tradisional yang masih mempertahankan kearifan lokal mereka. Interaksi dengan masyarakat setempat akan memberikan wawasan budaya yang berharga dan memperkaya pengalaman perjalanan.

Perjalanan trekking ini menawarkan pengalaman petualangan yang menarik dan beragam. Tantangan melewati trek yang berlumpur dan licin saat hujan turun memberikan kepuasan tersendiri bagi para pendaki yang mencari sensasi petualangan. Selain itu, keindahan alam yang melimpah dan keunikan budaya lokal menjadi daya tarik utama perjalanan ini.

Bagi pecinta alam dan petualangan, perjalanan menuju Cisadon dari Babakan Madang Sentul Bogor adalah pilihan yang sempurna. Dengan keindahan alam yang memukau, tantangan trek yang menarik, dan interaksi dengan masyarakat lokal, perjalanan ini akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Jadi, persiapkan diri Anda untuk petualangan di Cisadon yang menakjubkan ini dan nikmati pesona alam Bogor yang memikat.

Kampung Cisadon

Trekking Cisadon Sentul

Trekking Cisadon – Cisadon, sebuah kampung yang terletak di Karang Tengah, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, merupakan tempat di mana romansa antara manusia, hutan, dan kesunyian terjalin harmonis. Dengan letak geografisnya, Cisadon berada di antara bukit-bukit, sekitar 76 km di tenggara Istana Merdeka Jakarta, menjauh dari keramaian perkotaan.

Cisadon merupakan tempat yang tepat untuk melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan perkotaan. Di sini, pengunjung dapat menikmati suasana perkampungan yang tenang dan damai, jauh dari kebisingan klakson kendaraan dan gemuruh notifikasi ponsel. Suara kotek ayam dan celoteh warga setempat akan menyambut kedatangan pengunjung di perkampungan yang sunyi, sepi, dan terpencil ini.

Selama perjalanan menuju Cisadon, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang memukau, terutama jika perjalanan dilakukan pada musim kemarau. Namun, saat musim penghujan, pemandangan mungkin akan terbatas oleh kabut halimun yang menggantung di sekitar. Di Cisadon, terdapat sebuah perkampungan yang menjadi produsen kopi luwak berkualitas dan kini menjadi ramah bagi para pelancong Jakarta yang ingin menikmati suasana pedesaan.

Keunikan Cisadon juga terlihat dalam sistem penerangannya. Sebagian masyarakat Cisadon masih menggunakan lampu minyak sebagai penerangan saat malam hari. Namun, sejak tahun 2010, lampu minyak tersebut perlahan-lahan digantikan oleh lampu LED yang menggunakan arus listrik. Sumber listrik ini berasal dari kincir sederhana yang dipasang di tepi sebuah aliran sungai yang mengarah ke Curug Kencana. Sungai tersebut dibendung sedikit dan dialirkan melalui pipa-pipa PVC untuk memutar kincir, menggerakkan roda, dan kemudian dinamo yang mengubah energi kinetik menjadi energi listrik.

Cisadon merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi bagi para pencinta alam dan mereka yang mencari ketenangan. Di sini, pengunjung dapat menikmati keindahan alam yang memesona, merasakan kehidupan pedesaan yang autentik, serta melihat inovasi sederhana yang digunakan oleh masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika Anda mencari tempat yang berbeda dan ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan, Cisadon adalah pilihan yang sempurna.

Hutan kopi

Trekking Cisadon Sentul

Trekking Cisadon – Memang benar, meskipun belum sepopuler daerah-daerah penghasil kopi unggulan di Indonesia seperti Kopi Gayo, Kopi Java Preanger, Kopi Mandailing, Kopi Bali Kintamani, Kopi Sidikalang, Kopi Papua Wamena, Kopi Toraja, Kopi Flores Bajawa, Cisadon tetap menjadi penghasil kopi terbaik di Bogor, Jawa Barat. Kopi yang ditanam di Cisadon adalah varietas robusta yang biasanya tumbuh pada ketinggian di bawah 800 meter di atas permukaan laut, dengan suhu berkisar antara 18-36˚C.

Menurut cerita yang beredar, sejarah perkebunan kopi di Cisadon dimulai pada tahun 1983. Seorang nenek tua, yang merupakan salah satu penduduk pertama di Cisadon, menceritakan bahwa pada tahun tersebut dia dan suaminya membuka lahan di Cisadon untuk ditanami kopi. Seiring berjalannya waktu, Cisadon dan kampung-kampung di sekitarnya berkembang menjadi daerah yang dikenal sebagai salah satu hutan kopi di Bogor, Jawa Barat.

Kopi Cisadon memiliki karakteristik yang unik dan istimewa. Iklim dan kondisi tanah di daerah ini menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan pohon kopi robusta. Kopi Cisadon memiliki cita rasa yang kuat dan penuh, dengan aroma yang khas dan keasaman yang seimbang. Kualitas kopi Cisadon telah dikenal baik di kalangan pecinta kopi, meskipun belum dikenal secara luas di kancah nasional maupun internasional.

Para petani kopi di Cisadon dengan penuh dedikasi mengurus kebun kopi mereka. Mereka melakukan proses penanaman, pemeliharaan, dan panen dengan hati-hati untuk memastikan kualitas kopi yang terbaik. Kemudian, biji kopi diproses dengan baik menggunakan metode kering maupun basah, yang memberikan cita rasa dan karakteristik khas dari kopi Cisadon.

Bagi pecinta kopi, Cisadon adalah tempat yang menarik untuk dikunjungi. Pengunjung dapat menjelajahi kebun kopi yang indah, melihat proses pengolahan kopi secara tradisional, dan tentu saja menikmati segelas kopi segar yang disajikan dengan ramah oleh penduduk setempat. Kopi Cisadon memberikan pengalaman unik yang menggabungkan keindahan alam dengan cita rasa kopi yang istimewa.

Cisadon, sebagai penghasil kopi terbaik di Bogor, Jawa Barat, patut mendapatkan perhatian lebih dari para pencinta kopi. Dengan keunikan dan kualitasnya, kopi Cisadon memiliki potensi untuk menjadi salah satu kopi unggulan Indonesia yang diakui secara nasional dan internasional.

Ternyata turun gunung dengan trek yang curam dan basah lebih berat daripada pendakian yang kami lakukan pada pagi menjelang siang tadi. Langit yang sejak pagi menahan air akhirnya memuntahkan bebannya saat kami dalam perjalanan pulang. Udara pegunungan yang sudah dingin bercampur dengan dinginnya air hujan yang mengguyur tubuh kami yang mulai lelah, memberikan beban yang harus kami pikul saat kembali pulang.

Dalam pikiranku, aku berusaha untuk tetap fokus meski rasa lelah mulai menyelimuti tubuh kami yang menginginkan istirahat dalam kasur yang empuk dengan selimut hangat. Jalur trekking menjadi semakin licin seiring dengan hujan, dan pijakan kaki terasa goyah dan tidak stabil. Sepertinya kepulangan kami dari Cisadon dikelilingi oleh orkestra alam, dengan suara tonggeret yang memekik, nyanyian surili, dan hembusan angin yang memecah daun-daun serta ranting sebagai simfoni pengiring kepulangan. Pukul 17.32, kami tiba kembali di titik awal perjalanan setelah menyelesaikan trekking sepanjang 16 kilometer.

Alhamdulillah, aku bersyukur atas semua sapaan alam yang kami temui saat menyelesaikan perjalanan trekking di Cisadon. Di tempat ini, di Kendeng, namaku Kiade. Mungkin esok hari kita akan bersama-sama menjelajahi sudut-sudut Indonesia untuk merasakan pesonanya.


Simpulan dan FAQ Trekking Cisadon Sentul

Trekking Cisadon Sentul

Trekking Cisadon – Trekking Cisadon Sentul merupakan pengalaman petualangan yang menarik dan menantang bagi para pecinta alam dan petualangan. Dengan jalur trekking yang melintasi perbukitan, hutan, perkebunan kopi, dan kampung-kampung tradisional, perjalanan ini menawarkan pesona alam yang memikat serta keindahan panoramanya.

Perjalanan menuju Cisadon dipenuhi dengan tantangan, seperti melewati kubangan dalam yang licin saat hujan, melintasi aliran air yang melintang di jalan, dan menjelajahi jalur yang terjal dan berbatu. Namun, semua ini terbayar dengan pemandangan alam yang spektakuler dan kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal yang ramah.

Cisadon juga dikenal sebagai penghasil kopi terbaik di daerah Bogor. Kopi robusta yang ditanam di sini memiliki cita rasa yang khas dan berkualitas. Bagi pecinta kopi, mengunjungi Cisadon adalah kesempatan untuk merasakan kenikmatan kopi segar langsung dari sumbernya.

Selama perjalanan, kami juga disuguhkan keberagaman flora dan fauna, serta berbagai sumber air segar yang dapat digunakan untuk menyegarkan diri dan mengisi persediaan air. Kebersihan alam dan pelestarian lingkungan menjadi nilai penting yang harus dijunjung tinggi dalam menjaga keindahan alam Cisadon.

Dalam trekking Cisadon Sentul, kita dapat merasakan ketenangan dan kesepian yang jarang ditemui di tengah kesibukan perkotaan. Suara alam yang mengiringi perjalanan, seperti burung berkicau, air mengalir, dan angin berhembus, memberikan suasana yang menenangkan dan menyegarkan jiwa.

Dengan segala keindahannya, trekking Cisadon Sentul merupakan pilihan yang tepat bagi para pecinta alam dan petualangan yang ingin menjelajahi keajaiban alam Indonesia. Dalam perjalanan ini, kita dapat menemukan kekuatan dan ketangguhan diri, serta memperoleh pengalaman berharga yang akan dikenang sepanjang hidup. Mari kita menjaga dan melestarikan keindahan alam Cisadon agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Disclaimer: Catatan perjalanan (trekking Story) dalam artikel berjudul “Trekking Cisadon Sentul Bogor melalui kediaman Mantan Danjen Kopasus” ini merupakan hasil imaginasi yang didasarkan pada pengumpulan data dan fakta dari berbagai referensi. Oleh karena itu, ketika seseorang melakukan trekking ke Cisadon dari kediaman Prabowo di Babakan Madang, pengalaman yang dirasakan dapat berbeda sesuai dengan kondisi dan waktu yang sebenarnya, tidak selalu sama dengan yang dijelaskan dalam artikel ini.


Bagaimana reservasi untuk Trekking Cisadon?

Silahkan menghubungi Hotline  +62 857-8000-2200, untuk Trekking Cisadon Sentul Bogor via kediaman Mantan Danjen Kopasus!


Home » Trekking Cisadon Sentul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *