Keragaman dunia flora hutan Halimun

Bogor, Wisata Halimun – Taman Nasional Gunung Halimun Salak memiliki beberapa tumbuhan yang mendominasi antara lain adalah rasamala (Altingia excelsa), jamuju (Dacrycarpus imbricatus) dan puspa (Schima wallichii). Terdapat sekitar 75 jenis anggrek di taman nasional ini dan beberapa jenis diantaranya merupakan jenis langka seperti Bulbophylum binnendykii, B.angustifolium, Cymbidium ensifolium, dan Dendrobium macrophyllum, pun dapat di jumpai perdu, herba, liana, efipit, palem, pandan dan pisang-pisangan, (Anda dapat menikmati keragaman Flora dalam paket wisata Halimun Nature.)

Dari ulasan yang terdapat pada situs halimun salak.org tercatat 13 spesies rotan dan 12 spesies bambu, antara lain : bambu cangkore (Dinochloa scandens) dan bambu tamiang (Schyzostachyum sp.) yang merupakan tumbuhan asli Jawa Barat. Di daerah perluasan ditemukan hutan tanaman, terutama di areal yang dulunya berstatus sebagai hutan produksi dan hutan lindung yang dikelola Perum Perhutani, antara lain: hutan tanaman rasamala (Altingia excelsa), pinus (Pinus merkusii), damar (Agathis sp.) dan puspa (Schima wallichii).

Tercatat pula sebanyak 258 spesies yang teregolong dalam 74 marga. Empat puluh tujuh spesies di antaranya tercatat sebagai spesies endemik Pulau Jawa dan 5 jenis merupakan catatan baru untuk Pulau Jawa. Jumlah tersebut merupakan satu per tiga bagian dari anggrek-anggrekan di Pulau Jawa yang tercatat sebanyak 731 speises (Mahyar dan Sadili, 2003).

Di TNGHS dapat dijumpai berbagai jenis jamur yang menarik, dalam kelembaban hutan umumnya jamur dapat dilihat setiap waktu sepanjang tahun khususnya selama musim hujan antara bulan September hingga Mei. Terdapat beberapa tipe jamur yang tidak umum, salah satunya adalah fenomena jamur bercahaya yang terdapat di sekitar Cikaniki dan hanya pada waktu-waktu tertentu sebagai daya tarik yang kuat untuk perjalanan wisata di belantara Halimun.

Kata kunci : dunia flora, tempat wisata, paket wisata, perjalanan wisata, obyek wisata, desa wisata, wisata alam, ekowisata, destinasi wisata, taman nasional

Pohon tegakan

Berusia ratusan tahun

Hutan Halimun adalah sebuah ekosistem yang dicirikan oleh tutupan pepohonan yang cukup rapat dengan Komposisi pohon tegakan yang terdiri atas semua jenis tumbuhan yang menonjol dengan beraneka ragam karakter. Dalam segarnya udara rimba, para wisatawan dapat menikmati aneka pohon berusia hingga sekitar 200 tahun dengan balutan lumut dan sulur liana yang mendompleng.

Baca lebih lanjut

Angrek

Laboratorium alam

Dari beberapa pohon yang bertumbangan akan anda temukan anggrek dengan umbi semu menutup hampir rata pohon tumbang dengan umbinya, di cabang pohon yang berdiri tegak atau dibawah kanopi pohon tegakan, kamera anda akan akan disibukan untuk mengabadikan keindahan tanaman angrek hutan halimun yang laksana Laboratorium alam yang menyimpan sejuta angrek.

Baca lebih lanjut

Glowing mushroom

Jamur menyala

Glowing Mushroom atau jamur menyala memiliki kemampuan bioluminescent yang dapat mengeluarkan cahaya hijau di malam hari untuk menarik serangga dalam membantu menyebarkan spora jamur. Jamur ini merupakan salah satu ikon flora Taman Nasional Gunung Halimun Salak, masyarakat setempat sering menyebutnya dengan sebutan “Supa Lumar”

Baca lebih lanjut