Gerakan Wisata Ramah #EtaPisan ! ; Sebuah Muasal

Panin Bank salam wisata ramah

Gerakan Wisata Ramah, EtaPisan ! ; dalam sebuah catatan

Sampurasun, Wisata Ramah !, ujar seorang pembicara setelah Prof. Dr. Ir. Chandrasa Soekardi DEA dari ujung mikrofon dalam sebuah diskusi panel bertajuk membangun Indonesia dari Desa Wisata, sontak disambut gemuruh audience yang hadir memadati setengahnya bagian ruang aula pertemuan yang berada di pojokan universitas Mercu Buana Bekasi, #EtaPisan !, terdengar tegas jawaban yang seragam layaknya paduan suara dengan jari kelingking mengarah keatas, menghadirkan selaksa keyakinan mendalam bahwa akan tumbuh berkembangnya desa wisata yang menjunjung tinggi pesona keramah tamahan sang mpunya desa, sang pemilik pesona budaya, kearifan lokal dan pemilik alam desa yang begitu anggun mempesona.

Salam Wisata Ramah #EtaPisan ! bukan hanya luapan ekspresi di ruangan megah berbeton kokoh, tidak pula sebatas jargon untuk menghangatkan kerumunan wisatawan di sepanjang petualangan nya di Desa Wisata. Wisata Ramah adalah sebuah prinsip pembangunan dan pengelolaan Desa Wisata yang menghadirkan kebaikan yang berkelanjutan atau kebaikan yang berkesinambungan, baik terhadap kelestarian alam dan lingkungan, sosial budaya, kearifan lokal, ekonomi masyarakat ataupun berkah nya pada segenap pemangku kepentingan pariwisata (stakeholder pariwisata)

Kemenpar dan disbudpar bogor
Salam jari kelingking, EtaPisan !, Bersama KEMENPAR, DISBUDPAR Kabupaten Bogor, Desa Wisata Malasari dan RPTW Cikaniki – Kontributor @RPTW Cikaniki

Jargon Wisata Ramah #EtaPisan ! dengan ekspresi jari kelingking menunjuk kearah atas, lahir di Desa Wisata Kiarasari di awal-awal tahun 2017 oleh tiga elemen dalam kolaborasi pembangunan Desa Wisata Kiarasari yaitu masyarakat dan pemerintah desa Kiarasari sebagai pemilik Desa Wisata, Universitas Mercu Buana sebagai Akademisi dan Wisata Halimun Indonesia sebagai praktisi. Namun, prinsip-prinsip wisata ramah telah dirumuskan sejak di tahun 2015 di Desa Wisata Malasari, pada saat awal pembangunan desa wisata Malasari. Untuk pertama kalinya Wisata Ramah di pergunakan sebagai visi Pesona Malasari, yaitu sebuah perusahan pariwisata yang dimiliki dan didirikan oleh BumDes Malasari, bergerak dalam Jasa Pariwisata yang manajemen nya dilakukan oleh komunitas lokal (Community Base Tourism).

wisata ramah di desa wisata bogor
Wisata Ramah EtaPisan ! di Kampung wisata Agro Cibuluh, Photografer by Sandy Rayyn

Pembangunan Desa Wisata Malasari yang lebih populer dengan singkatan DWM melibatkan Pemerintah Desa dan Kabupaten Bogor, Japan Education Enviromental Forum (JEEF), Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Highland Indonesia dan masyarakat Malasari di mulai pada tahun 2015, mencita-citakan pembangunan pariwisata yang menjunjung tinggi kelestarian alam dan lingkungan, meningkatkan ekonomi masyarakat serta dapat menjaga budaya serta kearifan lokal Desa Malasari.

Untuk lebih mendalami dalam pengembangan potensi Desa Wisata di pegunungan Halimun dan zona-zona penyangganya, sekaligus membangun pasar pariwisata minat khusus untuk Desa Wisata Malasari, Pada tahun 2016 di bulan Juni, Highland Indonesia membuat Divisi khusus yang membidangi ragam aktivitas pariwisata di Halimun yaitu Divisi Wisata Halimun Indonesia dengan brand nya Wisata Halimun, dan diawal tahun 2017 Wisata Halimun Bersama Masyarakat dan Pemerintah Desa Kiarasari turut terlibat mengembangkan Desa Wisata Kiarasari dengan mengandeng Universitas Mercu Buana sebagai akademisi.

Pembangunan desa wisata dengan wisata ramah
Salam Jari Kelingking di Universitas Mercu Buana dalam acara membangun Desa Wisata dengan wisata ramah – Potografer Haidar Reza

Di Desa Wisata Tapos-1, di camping ground dan wilayah sekitar air terjun Ciputri, Wisata Halimun membangun komunitas Wisata Ramah berbasis masyarakat yang berada disekitar Camping Ground Curug Ciputri dan dikawasan punggungan sebelah barat daya puncak gunung Salak 2. Selain untuk menangani kegiatan wisata minat khusus dan camping di Desa Wisata Tapos-1, komunitas wisata ramah yang di pelopori tokoh pemuda di Ciputri ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penanganan wisata minat khusus dan camping berbasis Wisata Ramah.

desa wisata cibuntu jawa barat
Salam Jari kelingking di Desa Wisata Cibuntu Kuningan- Jawa Barat, Kontributor photo, Eko Wdj (ketua Forum Desa Wisata Kabupaten Bogor

Tentang Wisata Ramah

Dalam Hand Out Konferensi Nasional “Bersama Bersatu Memajukan Pariwisata Danau Toba” di Universitas Sumatra Utara, di paparkan oleh Ade Zaenal Mutaqin bahwa “Wisata Ramah adalah bentuk pariwisata yang menitik beratkan kelestarian alam, keberlanjutan lingkungan dan berkah terhadap masyarakat di sekitar Obyek dengan Daya Tarik Wisata. Menyangkut Wisata Alternatif, dimiliki dan dilakukan oleh masyarakat sebagai pemilik kearifan lokal, pemilik lingkungan dan keindahan alam, pemilik sosial budaya dan keramah tamahan, guna memenuhi sensasi dan minat terdalam wisatawan dalam aktivitas pariwisata”. Baca artikel-artikel yang mengupas tentang Wisata Ramah dibawah ini :

  1. BacaWisata Ramah; the triangle of Wisata Ramah
  2. BacaWisata Ramah ; Membangun Pariwisata Indonesia dari Desa Wisata
  3. BacaWisata Ramah, Mental kelas dalam wisata desa
  4. BacaMembangun Indonesia dari Desa Wisata dengan Wisata Ramah
  5. BacaKebersamaan dan kesetaraan dalam perilaku Wisata Ramah
  6. BacaGerakan Wisata Ramah | Membangun Pariwisata Indonesia dari Desa Wisata
  7. BacaEkowisata Halimun Salak Desa Wisata Malasari Peraih Indonesian Sustainable Tourism Award 2017
Wisata ramah di hari konservasi alam Nasional
Salam jari kelingking bersama ketua DWM pada Hari Konservasi Alam Nasional Baluran-Situbondo – Kontributor Hamdan Yuafi 

#EtaPisan !, Ekspresi sebuah jawab

#EtaPisan yang berarti “Nah itu tuh yang amat sangat ! yang merujuk pada kalimat sebelumnya yaitu Wisata Ramah (menekankan superlatif – tingkat perbandingan yang teratas, bentuk kata yang menyatakan paling, yaitu ter –) Eta Pisan merupakan padanan kata berbahasa sunda, sama magis nya dengan Itu Bananyo ! dalam bahasa Minang.

Wisata Ramah EtaPisan Paskibra
Sang pasukan pengibar  Bendera pun tak luput meneriakan Wisata Ramah #EtaPisan ! , Photografer by   Nur Anisya Amelia

Falsapah Jari Kelingking dalam Wisata Ramah

Salam Jari kelingking untuk pertama kalinya di gagas oleh Erik Prsetya (kepala suku Wisata Halimun) sebagai ekspresi dari salam Wisata Ramah, merupakan simbol antimainstream[1]. Jari kelingking adalah jari terkecil dan dianggap terlemah diantara empat (4) jari lainnya, hal ini menunjukan bahwa wisata ramah akan dimulai dari hal-hal kecil dengan dengan segala kelemahan yang ada untuk menjadi kekuatan yang dapat mewarnai pariwisata Indonesia. Beberapa makna yang tersembunyi lainnya dalam jari kelingking, sbb.

Wisata Ramah
Ekspresi anak-anak di camp Ciputri Desa Wisata Tapos satu – kontributor Babeh Syahdu
  1. Perdamaian; Bagi anak-anak kecil yang tinggal di desa-desa Jawa Barat dan di beberapa daerah lainnya, ketika terjadi kesalahpahaman ataupun perselisihan diantara mereka akan diakhiri oleh sebuah perdamaian dengan menyantolkan jari kelingking diantara yang berselisih. Sebuah perilaku adat yang tidak tertulis dan diyakini sudah berlangsung secara turun menurun ini telah menjadi simbol perdamaian dan perjanjian kebaikan.
  2. Kerendahaan hati; tidak seperti ke empat jari lainnya yang telah memiliki makna dan simbol tersendiri dan sudah populer, seperti jempol yang menyimbolkan kehebatan atau simbol suka (like) dalam media sosial, telunjuk simbol memerintah dan atau menunjukan sesuatu, jari manis sebagai simbol cinta dan jari tengah banyak digunakan oleh masyarakat Europa, Amerika, Australia dan negara-negara lainnya sebagai penanda ketidak sukaan. Jari kelingking tidak bisa dianggap sebagai simbol “mengecilkan atau meremehkan sesuatu” namun menerima segala kelemahan atas pandangan sebagian orang terhadap diri ataupun kelompok yang harus di tanggapi dengan kerendahan hati untuk dapat berpikir dan bertindak besar.
  3. Kesahajaan; Sahaja atau bersahaja memiliki makna keadaan yang sebenarnya, sederhana, kewajaran, kesedarhanaan dalam bertindak dengan diawali kedalaman berpikir (high thinking simple living).

Jargon Wisata Ramah #EtaPisan ! sebagai sebuah Ekspresi

Salam Jari Kelingking bersama Kepala Desa Kiarasari dan ketua Forum Desa Wisata Kabupaten Bogor, – Kontributor Eko Wdj ketua Forum Desa Wisata Kabupaten Bogor

Oleh Desa Wisata Malasari, Desa Wisata Kiarasari, Oleh Wisata Halimun dan Highland Indonesia serta oleh komunitas Wisata Ramah di Ciputri Desa Wisata Tapos-1, Jargon Wisata Ramah #EtaPisan ! menjadi salam pembuka dan penghangat suasana keramahan dalam setiap event-event wisata maupun kegiatan yang banyak melibatkan para pihak dan kerumunan orang.

Jargon Wisata Ramah mulai dipopulerkan di Forum Desa Wisata Kabupaten Bogor pada awal semester ke-2 tahun 2017, diperkenalkan oleh Asep Suryana (WK. FDWKB) dan Eko Wdj (ketua Forum Desa Wisata kabupaten Bogor) yang pada akhirnya menyebar ke wilayah-wilayah lainnya, baik di desa-desa wisata yang berada di kabupaten Bogor maupun ke luar wilayah Kabupaten Bogor.

Panin Bank bersama Highland Indonesia wisata ramah
Panin Bank Bersama Highland Indonesia dalam aktivitas Outdoor, tetap salam jari kelingking –  Photografer Haidar Reza

Catatan kaki

[1] Model pembangunan pariwisata buatan yang bercorak wisata massal oleh kaum kapitalis hanya untuk mendapatkan keuntungan ekonomi sebanyak-banyaknya telah menjadi penciri dari arus utama pariwisata Indonesia saat ini. Pembangunan pariwisata yang berpijak pada prinsip wisata ramah dengan pendekatan Community Base Tourism yang dilakukan di desa wisata dapat memberikan dampak pemerataan pariwisata Indonesia dan mengangkat tingkat perekonomian masyarakat, melestarikan alam dan lingkungan, menjaga budaya serta kearifan lokal, selain untuk lebih banyak menarik kunjungan wisatawan karena keunikan dan keasriannya wisata di pedesaan.

H O T L I N E

Feel the heart of Java Ecotourism

Ekspresikan piknik mu dengan Wisata Ramah #EtaPisan !, jadikan liburan dan aktivitas kegiatan di luar ruangan mu dapat menjaga lingkungan, dapat melestarikan alam, menjaga budaya dan  kerarifan lokal serta dapat memberkahi masyarakat di mana kamu bergembira ria, Wisata Ramah #EtaPisan !

Paket Wisata

Paket wisata Halimun Adventure Journey merupakan tindakan perjalanan berpetualang dan atau kegiatan berwisata yang dilakukan dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak guna menikmati keindahan bentang alam serta atraksinya dengan segala fenomena estetika yang unik dan sifatnya menarik serta tidak biasa. Lihat Youtube

Dapatkan paket wisata

Paket wisata Halimun Lembur Experience adalah kegiatan wisata yang seiring mendapatkan pengetahuan dan atau keterampilan yang diperoleh dari interaksi secara langsung antara wisatawan dengan masyarakat lokal dalam sebuah peristiwa bertani, berkerajinan dan berkesenian di kampung dalam gugusan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Lihat Youtube

Dapatkan paket wisata

Paket wisata Halimun Wildlife and Nature merupakan wisata petualangan guna merasakan misteri terdalam keindahan hutan Taman Nasional Halimun Salak dengan keragaman pesona flora faunanya yang liar pun lanskap alamnya . Jika beruntung, anda akan melihat elang Jawa terbang melintas batas angkasa raya atau seekor macan yang berjalan disela pepohonan.

Dapatkan paket wisata

Rampes....!, Sebuah kata bermagis menjawab sapaan salam budaya ketika anda tiba pertama kali tiba di Kasepuhan Banten Kidul yang menghadirkan perilaku adat berbalut alam yang mempesona. Dengan bermukim sebentar saja dalam paket Halimun Adventure Ethnic, anda akan melewati hari-hari berpetualang di magnetnya kerifan lokal, budaya dan alam yang memukau.

Dapatkan paket wisata

LiveIn dengan muatan Pawon Experience adalah paket turunan Halimun lembur Experience, LiveIn merupakan program wisata edukasi untuk membangkitkan kepedulian sosial dan lingkungan bagi pelajar sekolah dan mahasiswa dengan mengikuti aktivitas keseharian penduduk desa dalam kearifan lokalitasnya di kawasan lingkar gugusan Halimun

Dapatkan paket wisata

Paket Camping, Camping merupakan kegiatan rekreasi di luar ruang dan tidur menggunakan tenda dengan beragam aktivitas utamanya seperti Gathering, Outing pun Camping ceria. Dengan fasilitas yang unik dan menarik, tenda yang biasa dipasang diatas tanah, di Wisata Halimun kini di pasang diantara pepohonan hutan halimun yang populer dengan sebutan flying camp.

Dapatkan paket wisata